Pagi yang Mendung
Ketika bangun dari tidurku yang lelap, hal yang pertama aku ingat adalah dirinya, entah kenapa aku masih terus saja memikirkannya, ingin mengetahui kabar darinya, dia lagi apa, apakah dia baik-baik saja, dia lagi dalam posisi membutuhkan bantuan atau tidak, aku ingin tahu semua hal tentangnya, tapi mungkin itu hanyalah harapan yang tidak bakal terwujud karena mungkin dia sudah tidak butuh keberadaanku lagi.
sekitar jam 08.30 aku lewat depan kosannya, hanya untuk memastikan apakah dia sudah pulang atau belum dengan cara melihat es buah yang aku gantung di pintunya, ternyata sampai sana sudah tidak ada es buahnya, itu berarti dia sudah sampai kos entah jam berapa, lega sih akhirnya di lihat juga es buah yang di gantung di pintu itu.
sesampainya saya di rumah mulailah saya melanjutkan tulisan ini, setiap orang mempunyai satu ingatan yang tidak akan pernah pudar sekeras apapun mereka mencoba menghapusnya, dan itu senyum di wajahnya, entah kenapa senyumnya itu masih terbayang, saya hanya bisa berterima kasih karena telah memberi warna di hidupku, walau akhirnya warna itu kian menjauh, memudar dan menghilang. biasanya sih minggu begini pasti aku di tanyain, tapi sekarang benar-benar sudah tidak ada kabar lagi darinya.
Aku harap kita masih bisa bercanda tawa seperti dahulu, menaklukkan dunia dengan kekonyolannya, membuang semua ego yang ada dan tetap bersama layaknya sahabat, masih banyak janjiku yang belum di tepati, tapi aku akan menepatinya walau mungkin dia tak ingin. aku akan sebisa mungkin berusaha untuk menjaga dia walau dari jauh, karena kita sudah tak dekat lagi, mungkin dia gk butuh semua itu tapi akan tetap aku lakukan karena jauh di lubuk hatiku yang paling dalam, aku tak ingin dia terluka, kecewa dan sedih.
mungkin aku terlihat bodoh di mata orang-orang karena masih tetap memperjuangkan sesuatu hal yang tak pasti, tapi inilah aku dengan caraku dan aku menikmati semua hal yang aku lakukan. entah sampai kapan aku pun tak tahu, karena sahabat yang baik sulit ditemukan, lebih sulit untuk di tinggalkan, dan tidak mungkin dilupakan.
mungkin aku terlihat bodoh di mata orang-orang karena masih tetap memperjuangkan sesuatu hal yang tak pasti, tapi inilah aku dengan caraku dan aku menikmati semua hal yang aku lakukan. entah sampai kapan aku pun tak tahu, karena sahabat yang baik sulit ditemukan, lebih sulit untuk di tinggalkan, dan tidak mungkin dilupakan.

Komentar
Posting Komentar