Hancur berkeping-keping
Tepat hari sabtu ini kami sudah janjian untuk bermain badminton jam 14.00, sesampainya saya di depan kosannya saya langsung WA dia untuk turun dari kamarnya, tapi gk di respon walaupun masuk WA nya, lalu saya mencoba menanyakan temannya dan temannya memberikan ijin untuk naik ke atas kamarnya, setelah saya ketuk-ketuk dan panggil dia tetap saja gk ada respon, saya menunggunya sekitar sejam berharap dia keluar, tapi ternyata dia gk keluar-keluar.
akhirnya saya melihat WA nya dia, dan statusnya berubah jadi online, dalam hati berpikir "mulai ada titik terang nih" eh ternyata dia buat pengaturan agar ketika WA masuk gk warna hijau lagi centangnya, dan tetap saja saya di cuekin kembali, sekitar sejam aku menunggu dan karena ada kegiatan lain saya harus balik lagi, jadi saya meninggalkan es buah kesukaan dia di pintunya. saya gk pernah bilang kalau saya capek nungguin dia, tapi kalau dia punya prasaan dia pasti gk akan ngebiarin aku seperti ini. apa salahnya sih keluar dan bilang "maaf ya dek aku gk jadi main" kan lebih enak ketimbang sudah tahu ada saya di depan dan pura-pura gk tahu.
ketika sudah jam 18.00 dia baru membalas WA dan hanya meminta maaf, dia hanya bilang ketiduran, amazing banget tidurnya karena di gedor-gedor dan di panggil-panggil gk dengar, lalu dia mengatakan lagi dia malas keluar, waw itu kan berarti dia dengar cuma pura-pura gk tau. sungguh sangat tidak berharga diriku di matanya, bahkan seorang musuhpun masih di perlakukan layak, sedangkan aku ini yang tidak ada masalah sama dia malah di buat seperti tidak ada dalam hidupnya. sedih sih, kecewa, semua campur aduk, mungkin memang aku gk pernah di anggap atau gk pernah ada dalam hidupnya. karena capek selesai kegiatan saya pun mandi dan masih tetap memikirkannya, disitu saya tiba-tiba meneteskan air mata, oh my god, baru x ni aku merasa seperti sampah, masih tetap memikirkannya dan tak pernah berhenti untuk tetap memikirkannya. Ternyata begini ya rasanya di permainkan, sakiiit banget.
ketika jam 21.00 saya kembali lewat depan kosannya ternyata disitu masih tergantung es buah yang saya gantung di pintunya, disitu saya mulai berpikir, apakah memang dia beneran ada di dalam kosan atau lagi diluar akupun tak tahu, tapi karena di WA dia bilangnya ada di kamar ya ok lah saya percaya saja, karena dia pernah mengatakan gk suka bohong da di bohongi, saya mengutip kata dari sahabatku "ketika kita menanyakan seseorang entah dia mau jujur atau tidak kita harus percaya, karena kalau dia bohong ya itu urusannya sama Tuhan"
ketika jam 21.00 saya kembali lewat depan kosannya ternyata disitu masih tergantung es buah yang saya gantung di pintunya, disitu saya mulai berpikir, apakah memang dia beneran ada di dalam kosan atau lagi diluar akupun tak tahu, tapi karena di WA dia bilangnya ada di kamar ya ok lah saya percaya saja, karena dia pernah mengatakan gk suka bohong da di bohongi, saya mengutip kata dari sahabatku "ketika kita menanyakan seseorang entah dia mau jujur atau tidak kita harus percaya, karena kalau dia bohong ya itu urusannya sama Tuhan"
tapi walaupun begitu saya tidak pernah menyesal bertemu dengannya, karena setiap bersamanya saya merasa nyaman, bahagia, senang, gembira. sampai sekarang saya gk pernah tau kenapa dia setega itu terhadapku, apa salahku, memang saya tidak memiliki karisma seperti yg dia harapkan, tapi tolong jangan menganggapku tidak ada. sangat menyakitkan.
kalau memang dia ingin menjauh dariku, tolong katakan saja, jangan membuat hati ini menunggu, berharap dengan kepastian yang tidak jelas, aku selalu ingin menjadi sahabat yang terbaik baginya, sebenarnya aku lebih ingin menjaganya ketimbang menjadi kekasih, karena dia sangat istimewa bagiku, aku sangat menyayanginya, tapi bukan berarti aku menginginkannya, ini benar-benar tulus untuk menjaganya, dan tidak pernah berharap sedikitpun untuk menjadi kekasihnya, karena second chance dan kita sudah berkomitmen dan saya hargai keputusannya itu.
semoga cukup saya saja yang merasakan di buat seperti ini, agar tidak banyak hati yang tersakiti. terima kasih untuk perhatianmu selama ini, entah itu tulus atau akting saya tetap menganggapmu sebagai sahabat terbaikku. anehnya lagi tidak ada sedikitpun rasa benci terhadapnya,
Jika tidak ketemu dia aku tidak akan merasakan sakit dan kesedihan, dan kenangan yang menyedihkan, tapi jika aku tidak bertemu dia, aku juga tidak akan mengalami kegembiraan itu, kesenangan dan kenangan.
Jika tidak ketemu dia aku tidak akan merasakan sakit dan kesedihan, dan kenangan yang menyedihkan, tapi jika aku tidak bertemu dia, aku juga tidak akan mengalami kegembiraan itu, kesenangan dan kenangan.

Komentar
Posting Komentar