Liburan di Pulau UM
Hari senin sih biasanya orang-orang pada kerja, beda sama kami berdua yang menikmati liburan di hari kerja, hohoho.....
kali ini kami berencana untuk menjajahkan kaki ke pulau UM, tepatnya di makbon desa malaumkarta (kalau salah di koreksi yah) perjalanan dari kota sorong - malaumkarta itu sekitar 1 jam, dan jalannya lumayan menguras tenaga, hahaa... karena banyak jalan yang rusak.
jadi sekitar jam 7 pagi kami singgah di tempat nasi kuning untuk sarapan, setelah kenyang kami berencana untuk mencari warung membeli makanan dan minuman untuk makan siang nanti setelah sampai di pulau UM, cuaca hari itu cukup cerah jadi perjalanan kami makin mengasikkan. di perjalanan kami menikmati pemandangan karena masih alami jadi kanan kiri itu gunung dan hutan,
singkat cerita ketika sampai di malaumkarta, kami harus menunggu perahu untuk menyebrang ke pulau um, ini pulaunya, kren kan?
setelah menunggu agak lama, karena mungkin itu hari senin dan ketemu orang perahu yg PHP dan kebetulan pada saat itu mreka lagi rapat kita nunggunya hampir 1 jam lebih, gk lama kemudian orang perahu atau di sebut motorace muncul dan membawa kita ke pulau UM, sampai di sana kami gk langsung mendirikan tenda, tapi mengelilingi pulaunya dulu karena gk terlalu besar, paling hanya sekitar 5 menit kita sudah bisa mengelilingi pulau tresebut.
setelah mendapat tempat yang cocok akhirnya kami mendirikan tenda, dan gk pake lama langsung nyebur ke laut, setelah nyebur kita masih nyari spot yang bagus, akhirnya pindah lagi namun barang-barang masukin saja ke tenda karena di pulau itu gk ada siapa-siapa selain kita berdua, setelah mendapat spot yang pas kita nyemplung lagi ke laut sekitar setengah jam, setelah naik ke daratan kami bercerita banyak hal, mulai dari carier, persahabatan, percintaan, traveling, makan-makan, banyak pokoknya, ngomong-ngomong soal makan langsung saya lapar, akhirnya kami kembali ke tenda dan memakan bekal siang kami,
setelah selesai makan dan foto-foto tiba-tiba badai mulai datang, langit berubah menjadi gelaap sekali, kilat menyambar, laut yang tenang menjadi ganas, akhirnya dia badmood karena cuaca gk mendukung untuk mandi, yah mau gimana lagi, kita tidak bisa melawan cuaca. semua itu sudah takdir, tak lama kemudian badai datang dan hujan mulai deras, saya menyuruhnya untuk masuk ke dalam tenda dan berteduh di dalam sedangkan saya masih asik bermain air hujan sambil nyari kepiting di pasir, badainya cukup lama sampai anginnya kencaang banget, seakan tendanya mau terbang, tapi saya berusaha meyakinkan dia bahwa everything is ok, smuanya baik-baik saja, eh tau-taunya dia malah tidur di tenda, meninggalkan aku main sendirian di pasir, hahahaha......
sekitar jam 15.00 motorace menjemput kami di pulau UM, setelah berbenah dan merapikan tenda kami pun pulang, di perjalanan kami di guyur hujan yg lumayan lebat, tapi tetap saja kami menikmati perjalanan itu, disitu saya sempat khawatir karena dia gk bisa kena hujan, nanti pasti sakit, jadi setelah sampai di rumah dia minum obat dan tak ajak makan makanan yg pastinya enak banget.
mulai disini sepertinya kita semakin dekat dan saya mulai ada rasa, walaupun belum pasti tapi yg saya rasakan adalah saya merasa nyaman, enjoy, asik, menjadi diri sendiri, melakukan apapun berdua dengannya terasa menyenangkan. mungkin aku tak pernah pintar mengambil hatinya, mungkin aku gk begitu pintar merangkai kata, mungkin keberadaanku selalu di tutupi oleh mereka, tapi aku mencintainya lebih dari sahabat.

Komentar
Posting Komentar